• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Showing posts with label Bima. Show all posts
Showing posts with label Bima. Show all posts

Kisah pengasingan Arjuna dan pertemuan Dengan Adik Krishna Subadra.

    Pada saat Pandawa sedang Akan melakukan sebuah Upacara dalam mengawali pemerintahan kerajaannya Indraprastha, seorang pengawal masuk ke istana dan melapor bahwa kepada  Arjuna kalau Sapi sapi yang akan di gunakan dalam sebuah upacara itu di Curi oleh para Ular Taksaka. Arjuna bergegas mengambil senjatanya, namun senjata tersebut disimpan di sebuah kamar Yudistira dan Drupadi yang sedang menikmati malam mereka. Demi kewajibannya, Arjuna Memberanikan diri masuk kamar mengambil senjata, tanpa memedulikan Yudistira dan Dropadi yang sedang bermesraan di kamar. Atas perbuatan tersebut, Arjuna dihukum untuk menjalani pembuangan selama satu tahun.

   Pangeran Arjuna menghabiskan masa pengasingannya dengan menjelajahi penjuru Bharatawarsha atau disebut India Kuno. Ketika sampai di  Sungai Gangga, Arjuna bertemu dengan Ulupi, putri Naga Korawya dari istana naga atau Nagaloka. Arjuna terpikat dengan kecantikan Ulupi lalu menikah dengannya. Dari hasil perkawinannya, ia dikaruniai seorang putra yang diberi nama Irawan.Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya menuju wilayah pegunungan Himalaya. Setelah mengunjungi sungai-sungai suci yang ada di sana, ia berbelok ke selatan. Ia sampai di sebuah negeri yang bernama Manipura. Raja negeri tersebut bernama Citrasena. Ia memiliki seorang puteri yang sangat cantik bernama Citranggada. Arjuna jatuh cinta kepada putri tersebut dan hendak menikahinya, namun Citrasena mengajukan suatu syarat bahwa apabila putrinya tersebut melahirkan seorang putra, maka anak putrinya tersebut harus menjadi penerus tahta Manipura oleh karena Citrasena tidak memiliki seorang putra. Arjuna menyetujui syarat tersebut. Dari hasil perkawinannya, Arjuna dan Citrānggadā memiliki seorang putra yang diberi nama Babruwahana. Oleh karena Arjuna terikat dengan janjinya terdahulu, maka ia meninggalkan Citrānggadā setelah tinggal selama beberapa bulan di Manipura. Ia tidak mengajak istrinya pergi ke Hastinapura.

  Kemudian Arjuna meneruskan perjalanannya menuju arah selatan. Dia sampai di lautan yang telah mengapit Bharatawarsa di sebelah selatan, setelah itu ia berbelok ke utara. Ia berjalan di sepanjang pantai Bharatawarsha bagian barat. Dalam pengembaraannya, Arjuna sampai di pantai Prabasa (Prabasatirta) yang terletak di dekat Kerajaan Dwaraka, yang kini dikenal sebagai Gujarat. Di sana ia menyamar sebagai seorang pertapa untuk mendekati adik Krishna yang bernama Subadra, tanpa diketahui oleh siapa pun. Atas perhatian dari Balarama, Arjuna mendapat tempat peristirahatan yang layak di taman Subadra. Meskipun rencana untuk membiarkan dua pemuda tersebut tinggal bersama ditentang oleh Kresna, namun Baladewa meyakinkan bahwa peristiwa buruk tidak akan terjadi. Arjuna tinggal selama beberapa bulan di Dwaraka, dan Subadra telah melayani semua kebutuhannya selama itu. Ketika saat yang tepat tiba, Arjuna menyatakan perasaan cintanya kepada Subadra. Pernyataan itu disambut oleh Subadra. Dengan kereta yang sudah disiapkan oleh Kresna, mereka pergi ke Indraprastha untuk melangsungkan pernikahan.

    Balarama marah setelah mendengar kabar bahwa Subadra telah kabur bersama Arjuna. Krishna meyakinkan bahwa Subadra pergi atas kemauannya sendiri, dan Subadra sendiri yang mengemudikan kereta menuju kerajaan indraprastha, bukan Arjuna. Krishna juga mengingatkan Balarama bahwa dulu ia menolak untuk membiarkan kedua pasangan tersebut tinggal bersama, namun usulnya ditentang oleh Balarama. Setelah Balarama sadar, ia membuat keputusan untuk menyelenggarakan upacara pernikahan yang mewah bagi Arjuna dan Subadra di Indraprastha. Ia juga mengajak kaum Yadawa untuk turut hadir di pesta pernikahan Arjuna-Subadra. Setelah pesta pernikahan berlangsung, kaum Yadawa tinggal di Indraprastha selama beberapa hari, lalu pulang kembali ke Kerajaan Dwaraka, namun Kresna tidak turut serta.

Bersambung.....

Share:

Kisah Arjuna Mendapatkan Drupadi dalam sebuah sayembara.

<script type="text/javascript">
  ( function() {
    if (window.CHITIKA === undefined) { window.CHITIKA = { 'units' : [] }; };
    var unit = {"calltype":"async[2]","publisher":"MANEGES59","width":550,"height":250,"sid":"Chitika Default"};
    var placement_id = window.CHITIKA.units.length;
    window.CHITIKA.units.push(unit);
    document.write('<div id="chitikaAdBlock-' + placement_id + '"></div>');
}());
</script>
<script type="text/javascript" src="//cdn.chitika.net/getads.js" async></script>

  Suatu ketika Di kerajaan Pancala ada sebuah sayembara yang di adakan Raja Drupada, yaitu sebuah sayembara memanah mata ikan di di angkasa, kemudian para pandawa mendengar sekelompok Brahmana berkumpul di tempat para Pandawa melarikan diri. Mereka membicarakan sebuah berita Sayembara yang akan diadakan di Kerajaan Panchala. Para Pandawa datang ke tempat sayembara dengan menyamar sebagai kaum brahmana. Raja Drupada dari Panchala mengadakan sayembara untuk mendapatkan Drupadi putrinya. Sebuah ikan kayu diletakkan di atas kubah balairung, dan di bawahnya terdapat kolam yang memantulkan bayangan ikan yang berada di atas. Aturan menyebutkan bahwa siapa pun yang berhasil memanah ikan tersebut dengan hanya melihat pantulannya di kolam, maka ia berhak mendapatkan Dropadi.
  Sekian Banyak kesatria mencoba melakukannya, namun tidak berhasil. Ketika Raja Angga Karna yang hadir pada saat itu ikut mencoba, ia berhasil memanah ikan tersebut dengan baik. Namun ia ditolak oleh Dropadi dengan alasan Raja Angga Karna lahir dan di dididik dari Kasta rendah. Arjuna bersama saudaranya yang lain menyamar sebagai Brahmana, turut serta dalam menghadiri sayembara tersebut. Arjuna berhasil memanah ikan tepat sasaran kemudian tampil dalam sayembara tersebut, Akhirnya Arjuna Berhasil memanah  ikan dengan hanya melihat pantulan bayangannya di kolam, dan ia berhak mendapatkan Dropadi.
   Ketika para Pandawa pulang membawa Dropadi, mereka mengatakan kepada ibu kunti kalau Arjuna telah membawa sedekah. Ibu Kunti para Pandawa yang sedang sibuk tanpa melihat apa yang di bawah anaknya, menyuruh mereka untuk membagi rata apa yang sudah mereka dapatkan.
   Singat cerita, Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Kunti, maka para Pandawa bersepakat untuk membagi Dropadi sebagai istri mereka. Mereka juga berjanji tidak akan mengganggu Dropadi ketika sedang bermesraan di kamar bersama dengan salah satu dari Pandawa. Hukuman dari perbuatan yang mengganggu adalah pembuangan selama satu tahun.
Share:

Cerita Kisah Arjuna (Pandawa)

     Dewi Kunti istri pertama Raja Pandu menerima anugerah dari seorang Resi Durwasa sebuah Mantra yang mampu memanggil Dewa sesuai dengan yang diharapkannya, dan juga dapat memperoleh anugerah dari dewa yang dipanggilnya. Raja Pandu dan Kunti menggunakan anugerah tersebut untuk memanggil Dewa Yama(Dewa indra) yang kemudian memberi mereka putra. Arjuna merupakan putra ketiga, lahir dari Indra, pemimpin para Dewa. Ia lahir di lereng gunung Hilmawan, di sebuah tempat yang disebut Satsringa pada hari saat bintang Utara Phalguna tampak di Zenith.

Masa muda

   Arjuna dan Saudaranya Berguru pada Dronacarya, sang Guru menguji kemampuan memanah murid-muridnya. Ilustrasi dari Mahabharata terbitan Gorakhpur Geeta Press.

    Pangeran Arjuna dididik Oleh Guru Drona bersama dengan saudara-saudaranya yang lain (para Pandawa  dan Kurawa). Kemahirannya dalam ilmu memanah sudah tampak sejak kecil. Pada usia muda ia mendapat gelar Maharathi atau "kesatria terkemuka". Dalam suatu ujian, Drona meletakkan burung kayu pada pohon, lalu menyuruh muridnya satu-persatu untuk membidik burung tersebut, kemudian menanyakan apa saja yang sudah mereka lihat. Banyak murid yang menjawab bahwa mereka melihat pohon, cabang, ranting, dan segala sesuatu yang dekat dengan burung tersebut, termasuk burung itu sendiri. Ketika tiba giliran Arjuna untuk membidik, Drona menanyakan apa yang dilihatnya. Arjuna menjawab bahwa ia hanya melihat burung saja, tidak melihat benda yang lainnya. Hal itu membuat Drona kagum dan meyakinkannya bahwa Arjuna sudah pintar.

    Suatu hari, ketika Guru Drona sedang mandi dan Ritual di dalam Sungai Gangga, seekor Buaya datang mengigitnya. Drona dapat membebaskan dirinya dengan mudah, namun karena ingin menguji keberanian murid-muridnya maka ia berteriak meminta tolong. Di antara murid-muridnya, hanya Arjuna yang datang memberi pertolongan. Dengan panahnya, ia membunuh buaya yang menggigit gurunya. Atas pengabdian Arjuna, Guru Drona memberikan sebuah Astra yang bernama Brahmasirsa. Drona juga mengajarkan kepada Arjuna tentang cara memanggil dan menarik astratersebut. Menurut dalam sebuah Kisah cerita Mahabharata ,Brahmasirsa hanya dapat ditujukan kepada Dewa, Raksasa, setan jahat, dan makhluk sakti yang berbuat jahat, agar dampaknya tidak berbahaya.

Bersambung......

Share:

Kisah Pangeran Bima Putra Ke 2 Raja pandu

    Bima adalah berarti kuat, pada masa kecilnya tidak ada tandingannya di antara anak-anak sebayanya. Kekuatan tersebut sering dipakai untuk menjahili para sepupunya, yaitu Kurawa.

    Duryudana( Kurawa) sangat benci dengan sikap Bima yang selalu jahil. Kebencian tersebut berkembang menjadi niat untuk membunuh Bima.Pada suatu hari para Kurawa serta pandawa pergi bertamasya di daerah Sungai Gangga, Duryudana menyuguhkan makanan dan minuman kepada Bima, yang sebelumnya sudah dicampur dengan Racun. Karena Bima tidak curiga, ia menyantap makanan tersebut. Makanan tersebut membuat Bima jatuh pingsan, lalu tubuhnya diikat kuat-kuat oleh Duryodana dengan menggunakan tanaman menjalar, setelah itu dihanyutkan ke sungai Gangga dengan rakit. Saat rakit yang membawa Bima sampai di tengah sungai, ular-ular yang hidup di sekitar sungai tersebut mematuk badan Bima. Secara ajaib, bisa ular tersebut berubah menjadi penangkal bagi racun yang dimakan Bima. Ketika sadar, Bima langsung melepaskan ikatan tanaman menjalar yang melilit tubuhnya, lalu ia membunuh ular-ular yang menggigit badannya. Beberapa ular menyelamatkan diri untuk menemui rajanya, yaitu Antaboga (Naga Basuki). Saat Antaboga mendengar kabar bahwa putra Pandu yang bernama Bima telah membunuh anak buahnya, ia segera menyambut Bima dan memberinya minuman, yang semangkuknya memiliki kekuatan setara dengan sepuluh gajah.

        Bima meminumnya tujuh mangkuk, sehingga tubuhnya menjadi sangat kuat, setara dengan tujuh puluh gajah. Bima tinggal di istana Naga Basuki selama delapan hari, dan setelah itu ia pulang.

     Ketika saat Remaja, Bima dan ke 4 saudara-saudaranya dididik dan dilatih dalam bidang militer oleh Guru Drona. Dalam mempelajari senjata, Bima lebih memusatkan perhatiannya untuk menguasai ilmu menggunakan Gada, Begitu juga dengan Duryudana. Mereka berdua menjadi murid Balarama, yaitu saudara Khrisna yang mahir dalam menggunakan senjata gada. Dibandingkan dengan Bima, Baladewa lebih menyayangi Duryodana, dan Duryodana juga setia kepada Baladewa.

Peran Bima Dalam perang Baratayudha.
________________________________________

     Di dalam Perang Baratayudha Di wilayah Kurusetra, Bima berperan sebagai komandan tentara Pandawa. Ia berperang dengan menggunakan senjata Gada. Bima juga yang telah Membunuh 98 saudara Duryudana dan meminum darah Dursasana adik kesayangan Duryudana.

     Pada hari terakhir Bima Berperang melawan Duryudana, Bima berkelahi melawan Pangeran Duryudana dengan menggunakan senjata gada. Pertarungan berlangsung dengan sengit dan lama, sampai akhirnya Khrisna mengingatkan Bima bahwa ia telah bersumpah akan mematahkan paha Duryodana. Seketika Bima mengayunkan gadanya ke arah paha Duryodana. Setelah pahanya diremukkan, Duryodana jatuh ke tanah, dan beberapa lama kemudian ia mati. Balarama marah hingga ingin membunuh Bima, namun ditenangkan Kresna karena Bima hanya ingin menjalankan sumpahnya.

   Hanya ini Ringkasan cerita tentang Pangeran Bima yang bisa kami tulis,kalau ada salah dan perbedaan cerita harap maklum, terima kasih

Share:

Kisah Pandawa Prabu Yudistira

Yudistira adalah putra tertua pasangan Raja Pandu  dan Ratu Kunti, raja dan ratu dari kalangan Dinasti Kuru, Kerajaan Kurusetra dengan pusat pemerintahan di Hastinapura.

    Kitab Mahabharata bagian pertama mengisahkan tentang kutukan yang dialami Pandu pada saat berburu Rusa, Raja Pandu saat itu melihat 2 Rusa kemudian Raja pandu memanah Rusa itu dan Rusa itu tergeletak, setelah itu Raja pandu mendatangi Rusa itu tapi ternyata Rusa yang di panah tadi jelmaan dari Resi Kindama, Raja Pandu kaget dan Meminta Maaf kepada sang Resi,  tapi istri sang Resi tidak Terima dan sangat Marah , Raja Pandu hanya diam saja, Menjelang ajalnya tiba, Resi Kindama mengutuk Raja Pandu bahwa kelak ia akan mati ketika bersetubuh dengan istrinya. Dengan penuh penyesalan, Pandu meninggalkan takhta Hastinapura dan memulai hidup sebagai pertapa di hutan untuk mengurangi hawa nafsu. Kedua istrinya, yaitu Kunti dan Madri dengan setia mengikutinya.

   Setelah lama tidak dikaruniai keturunan, Pandu mengutarakan niatnya untuk memiliki anak. Kunti yang saat itu telah menguasai Mantra Adityahredaya segera mewujudkan keinginan suaminya. Mantra tersebut adalah sebuah Mantra yang  khusus untuk memanggil Dewa untuk mendapatkan putera. Dengan menggunakan mantra itu, Kunti berhasil mendatangkan Dewa Dharma dan mendapatkan anugerah putra darinya tanpa melalui hubungan intim. Putra pertama itu diberi nama Yudistira. Dengan demikian, Yudistira menjadi putra sulung Raja Pandu, sebagai hasil pemberian Dharma, yaitu dewa keadilan dan kebijaksanaan.

Cukup sekian sekilas cerita Raja Yudistira,  Putra Pertama Raja pandu yang mewarisi tahta kerajaan Hastinapura..  Mohon maaf kalau ada salah dan kekurangan. Terima kasih

Share:

Search This Blog

Powered by Blogger.

Mahabharata

Penobatan Karna Menjadi Raja dari Angga

   Suatu ketika Guru Drona pertunjukkan hasil pendidikan para Pandawa dan Kurawa di hadapan para bangsawan dan rakyat Hastinapura...

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.